Senin, 31 Juli 2017

ISL vs LPI

Sejarah sepak bola - ISL vs LPI

Indonesia Super League (ISL)

Pada tahun 2008, PSSI menyelenggarakan Indonesia Super League (ISL) sebagai liga sepak bola profesional pertama di Indonesia, menggantikan Divisi Utama sebagai kompetisi kasta tertinggi. PSSI melakukan seleksi ketat bagi tim-tim yang akan berpartisipasi di ISL, meliputi standar stadion, aspek finansial, dan profesionalitas.
Kompetisi ISL sukses diselenggarakan selama 3 tiga musim, yakni musim 2008-09, 2009-10, dan 2010-11, dan rutin diikuti 18 klub dalam satu wilayah. Masalah terjadi pada musim 2008-09 saat muncul Liga Primer Indonesia (LPI) dan tiga tim (Persema Malang, Persibo, Bojonegoro, PSM Makassar) memutuskan membelot di tengah jalan. Namun kompetisi tetap berjalan dan diikuti 15 klub. Persipura menjadi tim yang paling banyak meraih gelar pada kompetisi ini. Mutiara Hitam setidaknya dua kali mengangkat torfi juara, yakni 2008/09 dan 2010/11. Sedangkan Arema FC merebut gelar juara 2009/10.

Liga Primer Indonesia (LPI)

Pada 8 Januari 2011 LPI diselenggarakan oleh Konsorsium PT Liga Primer Indonesia yang dimotori oleh pengusaha Arifin Panigoro. LPI tidak berafiliasi dengan PSSI, sehingga menjadi ajang tandingan terhadap Liga Super Indonesia (ISL) yang diselenggarakan oleh PSSI.
Kompetisi ini diikuti oleh 19 klub yang tidak tergantung pada dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) namun mengandalkan dana bantuan dari konsorsium.
FIFA sempat menganggap LPI sebagai breakaway league. Namun Seiring dengan kisruh di tubuh PSSI dan dibentuknya Komite Normalisasi (KN) PSSI oleh FIFA, KN kemudian memutuskan untuk mengakui secara resmi LPI sebagai liga yg berjalan di bawah pengawasan PSSI.
LPI hanya menyelesaikan putaran pertama saja. Selanjutnya, klub-klub LPI mencoba masuk ke kompetisi resmi PSSI melalui jalur merger dengan klub-klub yang selama ini telah menjadi anggota resmi PSSI.
Berikut adalah daftar juara LSI :
  1. 2008/2009 Persipura (Jayapura)
  2. 2009/2010 Arema (Malang)
  3. 2010/2011 Persipura (Jayapura)
  4. 2011/2012 Sriwijaya FC (Palembang)
Juara LSI ini akan dicatat dalam sejarah Liga Indonesia karena saat itu LSI adalah liga resmi di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia dan dibawah lisensi PSSI. Kompetisi ISL adalah kompetisi setelah LIga Indonesia yang di gelar semenjak tahun 1994/1995.

Pele Pemain Legendaris Pertama

Sejarah Sepak Bola - Pele Pemain Legendaris Pertama
johnbenitez.com
Nama aslinya adalah Arantes di Mascimento atau lebih dikenal dengan sebagai pele. Di lahir pada 23 Oktober 1940 dan menjadi seorang legenda sepak bola dunia yang berasal dari Brasil. Selama Karirnya sebagai pemain, pele berhasil membawa Brasil menjadi juara dunia sebanyak 3 kali, yaitu pada tahun 1958 di Swedia, tahun 1962 di Vhili dan pada tahun 1970 di Meksiko.
Yang menemukan bakat Pele adalah mantan pemain Brasil atau yang bernama waldemar de Brito. Saat itu Pele menginjak usia 11 tahun, pria yang lahir pada 23 oktober 1940 tersebut tumbuh dan menjadi pemain yang sangat gemilang dibawah asuhan Waldemar. Pada usia 15 tahun Pele mulai direkrut oleh salah satu klub yang bernama Santos. Dalam waktu setahun ia langsung mengawali debut di Santos dengan sebuah gol saat klubnya bertemu dengan Corinthians, September 1956. Di waktu itu publik meyakini bahwa legenda sepak bol dunia telah lahir.
Di usianya yang ke 17, Pele memulai debut di piala dunia Swedia 1958. Kala itu juga Brasil pertama kalinya berhasil merebut gelar Piala Dunia. saat itu prestasi sangat gemilang dengan mencetak sebanyak 6 gol. Pele mengegolkan kemenangan ketika melawan Wales, mencetak hattrick ketika melawan Perancis di semifinal dan mencetak dua gol ketika Brazil membungkam swedia 5-2 di laga final.



Credits: https://www.satujam.com/sejarah-sepak-bola/

Liga Indonesia

Sejarah Sepak Bola - Liga Indonesia
Liga Indonesia atau disingkat Ligina adalah kompetisi sepak bola antarklub di Indonesia. Liga Indonesia diselenggarakan pertama kali pada tahun 1994 dan merupakan penggabungan dari 2 kompetisi sebelumnya, Liga Sepak Bola Utama (Galatama) dan Perserikatan. Liga Indonesia berada di bawah naungan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Format Liga Indonesia sejak musim 1994-95

Musim 1994-95: 34 tim, dua wilayah, Barat dan Timur
Musim 1995-96: 31 tim, dua wilayah, Barat dan Timur
Musim 1996-97: 33 tim, tiga wilayah, yakni Barat, Tengah, Timur
Musim 1997-98: 31 tim, tiga wilayah, yakni Barat, Tengah, dan Timur. Kompetisi dihentikan karena situasi politik dan ekonomi di Indonesia tidak memungkinkan melanjutkan kompetisi
Musim 1998-99: 28 tim, tiga wilayah, yakni Barat, Tengah, dan Timur. Masing-masing wilayah dibagi menjadi 2 grup
Musim 1999-00: 28 tim, dua wilayah, yakni Barat dan Timur
Musim 2001: 28 tim, dua wilayah, yakni Barat dan Timur
Musim 2002: 24 tim, dua wilayah, yakni Barat dan Timur
Musim 2003: 20 tim, satu wilayah
Musim 2004: 18 tim, satu wilayah
Musim 2005: 28 tim, dua wilayah, yakni Barat dan Timur
Musim 2006: 28 tim, dua wilayah, yakni Barat dan Timur
Musim 2007-08: 36 tim, dua wilayah, yakni Barat dan Timur. Kompetisi berjalan tidak sesuai waktu yang direncanakan. Dimulai pada 10 Februari 2007 dan berakhir 10 Februari 2008.
Sebutan Nama-nama Supporter Bola Indonesia
  • The Jakmania (Persija)
  • Viking (Persib)
  • Aremania (Arema Malang)
  • Kampak Fans Club (PSMS Medan)
  • Sriwijaya Mania Bersatu (Sriwijaya FC Palembang)
  • Bonex (Persebaya)
  • Pasoepati (Persis Solo)


Credits: https://www.satujam.com/sejarah-sepak-bola/

Image result for cr7

Synopsis

Cristiano Ronaldo was born on February 5, 1985, in Funchal, Madeira, Portugal. Manchester United paid £12 million to sign him in 2003—a record fee for a player of his age. In the 2004 FA Cup final, he scored Manchester's first three goals and helped them capture the championship. In 2008, he set a franchise record for goals scored. In 2009, Real Madrid paid a record $131 million for his services.

Early Life

Born Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro on February 5, 1985, in Funchal, Madeira, Portugal, a small island off the western coast of the country, Ronaldo is the youngest of four children born to Maria Dolores dos Santos and Jose Dinis Aveiro. He was named after Ronald Reagan, one of his father's favorite actors.
Ronaldo grew up in a largely working class neighborhood in a small tin-roofed home that overlooked the ocean. His early life was shaped by hardship; his father, a gardener, often drank too much, and eventually died from kidney problems in 2005. To help keep the children fed, and maintain some financial stability, Ronaldo's mother worked as a cook and cleaning person.

Intro to Soccer

It was through his dad's work as an equipment manager at a boy's club that Ronaldo was first introduced to the game of soccer. By the time he was 10 years old, he was already recognized as a phenomenon—a kid who ate, slept and drank the game. "All he wanted to do as a boy was play football," his godfather, Fernao Sousa, recalled for British reporters, adding, "He loved the game so much he'd miss meals or escape out of his bedroom window with a ball when he was supposed to be doing his homework."
By his early teens, Ronaldo's talent and legend had grown considerably. After a stint with Nacional da liha da Madeira, he signed with Sporting Portugal in 2001. That same year, at the tender age of 16, Ronaldo turned heads with a mesmerizing performance against Manchester United, wowing even his opponents with his footwork and deft skill. He made such an impression that a number of United players asked their manager to try and sign the young player. It wasn't long before the club paid Ronaldo's team more than £12 million for his services - a record fee for a player of his age.

Success with Manchester United

Ronaldo did not disappoint the soccer world. He showed his promise early on in the 2004 FA Cup final, scoring the team's first three goals and helping them capture the championship. In 2008, a year after signing a five-year, £31 million contract, Ronaldo again justified his high salary when he put together one of the club's finest seasons in history, setting a franchise record for goals scored (42), and earning himself the FIFA World of the Year honor. In all, Ronaldo helped steer Manchester United to three premier league titles.
But Ronaldo's time in England was marred by his mother's 2007 struggle with breast cancer as well as his father's death from alcohol-related illness. The latter was especially hard for Ronaldo as the two had been close, and the young athlete had often pushed for his father to enter rehab and address his drinking. His father, however, never accepted the offer.

Biografi

Masa kecil Iwan Fals atau yang biasa kita kenal sebagai Iwan dihabiskan di Bandung, kemudian di JeddahArab Saudi, selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah di usianya yang ke-13 tahun, saat Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda atau belum tua bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalam paduan suara sekolah.
Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi Bahfen, dan Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.
Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama PepengKrisna, dan Nana Krip serta diproduksi oleh ABC Records, tetapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.
Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah-rumah satu demi satu, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.
Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal kariernya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan terhadap pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.[butuh rujukan]
Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di stasiun radio 8EH Institut Teknologi Bandug. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.[butuh rujukan] Beberapa konser musiknya pada tahun80'an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.
Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana jugaMbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror.[butuh rujukan] Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.
Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karier Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.[butuh rujukan]
Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan di sela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personel SWAMI.
Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun band-nya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.[butuh rujukan]
TAMPILANNYA sederhana, minimalis, simple, white-clean (putih bersih). Inilah Simple-Minimalis SEO Friendly, Fast  Loading, & Responsive Blogger Template (Baru 2015). Template Blog ini sederhana, namun SEO Killer, sangat cocok untuk Blog Pribadi.

Simple-Minimalis tak lain adalah modifikasi terbaru dari template SEO Fast Simple yang sudah CB share sebelumnya: Template Blog SEO Simple Clean Minimalis Responsif.

Perubahan atau perbaikan dilakukan utamanya di bagian Menu (lebih responsive) dan Kotak Komentar (Reply Comment). Silakan cek dan bandingkan sendiri perbedaannya.

Simple-Minimalis ini menggunakan menu responsive, dropdown, plus media sosial. Kolom komentarnya sudah diganti menjadi "thread comment reply" alias sudah dilengkapi tombol reply-comment sehingga admin blog bisa menjawab satu per satu komentar yang masuk.

Biar gak sama banget sama SEO Fast Simple, CB bedakan pula latar belakangnya menjadi abu (grey), tapi Anda masih bisa mengubahnya menjadi putih atau warna lain.

Ke-SEO-annya tetap, sama-sama "dahsyat". Dari segi responsive lebih mobile friendly dan dari sisi kecepatan tampilan (Speed/Load Time) lebih Fast Loading! Sejumlah elemen (CSS/HTML) yang tidak perlu atau tidak digunakan (useless) juga sudah  dilenyapkan